Nama : Edo Adityo
Lahir : Madiun, 19 Februari 1985
Alamat : Jl dr. Sutomo 15A Madiun
Email : fransiscalusiana9@gmail.com
Pendidikan : 2005 SMALB Bhakti Luhur
Pameran :
2014 – Pameran di Hotel Singgasana Surabaya
– Pameran Art Brut II di gedung Cak Durasim Taman Budaya Jatim
2015 – Pameran “Madioen Obah” di Hotel Aston
– Pameran Hisma di Pasaraya Sriratu Madiun
– Pameran Nggawe Kadhang di Taman Budaya Yogyakarta
2016 – Pameran Seni Rupa Tingkat Nasional VII “The Creative Powers of Art” di Taman Budaya Yogyakarta
– Pameran tunggal di “Tahunmas Artroom” Kasongan Bantul Yogyakarta
– Pameran Penggalangan Dana Pembangunan Sekolah Bhakti Luhur
– Pameran Tunggal II di Hotel Aston Madiun
– Pameran Bersama Biru di Langit Madiun

Edo Adityo adalah pelukis kelahiran 19 Februari 1985, lahir dan tinggal di kota Madiun Jawa Timur, memiliki sifat sebagai manusia indigo dengan banyak keistimewaan. Salah satu keistimewaan khusus yang dimiliki Edo dibuktikan dengan menunjukkan kemampuannya melihat penampakan yang tidak dapat dilihat oleh orang pada umumnya.

Edo memulai kariernya di bidang seni lukis pada usia 25 tahun, dan dorongan melukis muncul begitu saja secara tiba-tiba. Menurut penuturan Edo bakat melukisnya lahir dari karunia-Nya, bukan dari pendidikan sekolah atau perguruan tinggi seni. Edo menyadari bahwa bakat melukis yang dimiliki juga dipengaruhi oleh kemampuan khusunya yaitu sifat indigonya. Melukis bagi Edo adalah bagian terpenting dalam perjalanan kariernya dan dapat menjadi media ekspresi dari pengalaman hidupnya sebagai manusia indigo.

Seperti yang diceritakan oleh Edo tentang proses kreatifnya di dalam melukis ternyata tidak jauh berbeda dengan pelukis pada umumnya. Yang khas dari Edo adalah inspirasi dan idenya diperoleh ketika melihat sesuatu penampakan dari dunia metafisika. Penampakan itu seringkali membuat jiwa Edo menjadi gelisah ketika muncul berulang kali, seperti menggoda, mengusik hati dan pikirannya. Peristiwa yang demikian ini membenamkan dirinya ke dalam alam bawah sadarnya dan selanjutnya dihayatinya sebagai sebuah kejadian spiritual. Intuisi Edo meyakini bahwa kejadian ini “nyata” dan dapat memicu kreatifitasnya dalam berkarya seni.

Karya seni lukis Edo dapat digolongkan ke dalam gaya seni lukis ekspresionis. Citra jiwa yang terungkap melalui beragam warna dan keliaran goresan kuasnya menghadirkan visualisasi gaya seni lukis ekspresionis. Inspirasi dan ide-ide lukisan Edo merupakan pengejawantahan dari dunia metafisika yang secara intuitif diyakini ada serta selalu hadir menampakkan wujudnya dikehidupannya sehari-hari. Edo dengan sangat setia melayani kebutuhan pengungkapan kehidupan batin atau jiwanya, seperti suasana hati, perasaan dan hasrat dengan tingkat subjektifitas yang tinggi terhadap kebenaran yang harus diungkapkan ke dalam karya seninya. Kebenaran yang dihadirkan dalam karya seni lukisnya bukan sekedar ungkapan tentang fakta-fakta, akan tetapi lebih ke nilai-nilai dari kualitas intuisi serta penjiwaannya terhadap sifat indigonya. Deretan bentuk atau objek pada canvasnya merupakan perlambang untuk menghidupkan imajinasinya yang harus ditafsirkan sebagai hasil kontemplasi dari aktifitas kreatif.